Updates

Home/Recent Updates/Menyambut AFTA 2015 dan Posisi Indonesia di Asia Pasifik

Menyambut AFTA 2015 dan Posisi Indonesia di Asia Pasifik

Peserta Writing Competition

Bulan september dan oktober di tahun 2013 ini merupakan masa-masa penting bagi pemerintah indonesia, terutama pemerintah provinsi bali. karena pada tanggal 8 hingga 28 september bali akan menjadi pusat dari perhelatan akbar Miss world, dimana 141 negara-negara di dunia sudah meregistrasi dan akan mengirimkan perwakilannya dalam ajang tersebut.

kemudian pada tanggal 5 hingga 7 oktober bali kembali lagi menjadi tuan rumah bagi negara-negara APEC (Asia Pacific Economy Cooperation) atau yang lebih dikenal dengan organisasi kerjasama negara-negara di asia pasifik. Apec sendiri hingga saat ini memiliki 21 negara anggota di seluruh kawasan asia-pasifik.

Dalam penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) 2013 nanti salah satu isu hangat yang akan dibahas adalah “ketahanan ekonomi dan mesin pertumbuhan global”. Sebagaimana diketahui kawasan Asia-Pasifik saat ini menjadi salah satu kawasan penyumbang  pertumbuhan ekonomi dunia.

Indonesia sendiri yang merupakan salah satu negara pendiri awal APEC secara tidak langsung berkontribusi dalam perkembangan pertumbuhan ekonomi dunia. Hal ini dapat dilihat dari daya beli masyarakat yang tetap terjaga meskipun ditengah nilai fluktuasi rupiah yang tidak stabil seperti saat ini, dengan demikian konsistensi konsumsi rumah tangga memberikan sumbangan terbesar dalam pertumbuhan ekonomi.

Bali sendiri menurut penulis menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan dua ajang besar Internasional bukan tanpa alasan. Bali seperti yang diketahui memiliki potensi sumber daya alam dalam bidang pariwisata yang sangat besar. Ditambah lagi dengan keramahtamahan masyarakat Indonesia yang sudah mendunia.

Jika Bali saja memiliki bentang alam yang memiliki nilai jual sedemikian besar bagi Indonesia, bukan tidak mungkin kawasan lain di Tanah Air ini dapat dan mampu meningkatkan pendapatan devisa negara melalui sektor pariwisata. Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik pada tahun 2012, sektor pariwisata pada tahun sebelumnya atau tahun 2011 menyumbangkan angka sebesar 8,554 miliar dolar AS bagi pendapatan devisa negara. Kontribusi ini meningkat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya atau pada tahun 2010 yang sebesar 7,6 miliar dolar AS.  Dengan nilai kontribusi sebesar itu menempatkan pariwisata dalam ranking kelima di bawah migas, batu bara, minyak kelapa sawit, dan karet olahan.

Provinsi Bali sendiri seperti yang penulis kutip dari beritabali.com menghasilkan sebanyak Rp 40 triliun atau 40 persen dari pendapatan pariwisata secara nasional. Sektor pariwisata itu menurut Wakil Ketua Bali Tourism Board Bagus Sudibya diperoleh dari hotel, restoran, agen perjalanan, tourism interest dan airlines. jika Provinsi Bali saja mampu menghasilkan  sebesar 40 persen dari pendapatan pariwisata secara nasional, bayangkan yang bisa di dapat negara ini jika mengelola dengan baik sektor pariwisata dari negara yang memiliki 17,508 pulau ini.

Generasi muda Indonesia sendiri sebenarnya dapat berperan aktif dalam menggali potensi pariwisata daerahnya masing-masing. Sebagaimana diketahui Indonesia adalah salah satu negara yang mampu dengan cepat menyerap perkembangan media social yang dalam beberapa tahun terakhir sangat booming.

Salah satunya adalah Twitter, Indonesia adalah negara ke lima setelah Amerika, Brazil, Jepang dan Inggris. Dengan pengguna aktif sebanyak 29 juta orang. Seperti yang penulis kutip dari Gatra.com usia pengguna aktif dimulai dari 15-20 tahun. Dengan pengguna media jejaring sosial yang kebanyakan generasi muda yang aktif potensi untuk mengembangkan sektor pariwisata di daerah mereka masing-masing dapat terbuka dengan lebar.

Ditambah lagi pengguna twitter di Indonesia adalah yang paling “ribut” hal ini dapat dilihat dengan seringnya Indonesia menjadi Trending Topic.

Pemerintah harus mendorong keterlibatan aktif masyarakat khususnya generasi muda agar aktif menulis dan mempublikasikan Indonesia, khususnya potensi-potensi yang terdapat di daerah masing-masing. Hal tersebut bisa di lakukan pemerintah dengan mengadakan lomba karya tulis, fotografi, dan juga memanfaatkan social media. Indonesia sebagai pengguna social media terbesar di Asia Tenggara dengan tingkat pengguna internet yang besar tentunya harus bisa memanfaatkan keunggulan tersebut untuk memperkenalkan Indonesia secara keseluruhan ke pihak luar. Forum internasional seperti APEC dan ASEAN bisa dijadikan ajang mendelagasikan kepentingan Indonesia, forum-forum tersebut di harapkan mampu menjadi ruang bagi Indonesia untuk memperkenalkan potensinya serta membangun kerjasama dengan negara-negara luar khususnya di Asia Pasific.

Masyarakat Indonesia harus bersama-sama menyambut dan mempersiapkan diri terhadap peluang dan kesempatan yang bisa di dapat melalui forum ABAC. Pemerintah juga harus mempersiapkan masyarakatnya, meningkatkan kesadaran atas persaingan global yang akan dihadapi oleh Indonesia. Di bidang pendidikan seharusnya menciptakan lulusan-lulusan yang mampu bersaing di kancah internasional, peningkatan standar kualitas sumber daya manusia di segala bidang harus di tingkatkan. Kegiatan ekonomi yang berasal dari masyarakat harus terus di dukung pertumbuhannya, misalnya peningkatan pengetahuan dan keahlian para UKM, mereka harus mampu menghasilkan produk-produk dengan kualitas ekpor.

Regulasi bagi pelaku ekonomi kecil dan menengah harus di ubah dan diganti dengan aturan-aturan yang mempermudah masyarakat menjalankan bisnis atau usahanya karena selain kekayaan sumber daya alam yang melimpah, Indonesia juga mempunyai generasi muda yang sangat potensial yang mempunyai kreatifitas yang tinggi. Telah banyak contoh sukses yang lahir dari generasi muda Indonesia, telah banyak prestasi gemilang yang di ciptakan oleh anak-anak muda Indonesia di dunia, mulai dari bidang pendidikan misalnya Professor termuda di dunia yang berasal dari Indonesia, juga ada bisnis online seperti kaskus yang saat ini menjadi salah satu yang terbesar di dunia, tentunya bisa Pemerintah bisa memberi ruang agar potensi-potensi tersebut bisa lahir dan tumbuh maka Indonesia dengan generasi mudanya bisa menjadi  kekuatan besar di dunia.

Semoga pergelaran APEC yang akan dilakukan di Bali mampu di manfaatkan Indonesia untuk memperkenalkan potensi-potensinya kepada dunia, khususnya negara-negara di Asia Pasifik. terkhusus bagi ABAC dapat membaca peluang dan tantangan yang akan dihadapi kedepan. Tidak hanya yang berkaitan dengan APEC ini, namun juga melihat sudah mendekatnya hari efektif ASEAN Community 2015 dan berlakunya AFTA (Asean Free Trade). Diharapkan ABAC mampu mempertimbangkan dan mengkaji regulasi-regulasi bagi UKM agar mereka dapat bersaing dengan negara-negara lain di kawasan Asia Pasifik, sehingga nanti nya Indonesia dapat berbicara banyak dalam memajukan pertumbuhan ekonomi di kancah dunia Internasional.

 

 

Leave a Comment